Minggu, 30 Oktober 2016

Apa Itu IPO Saham?

Hasrat manusia untuk mendapatkan keuntungan berlimpah dan kekayaan yang memuaskan nafsunya adalah hal yang lumrah. Mungkin kita juga termasuk di dalamnya. Ingin memiliki uang banyak, rumah mewah, mobil mewah dan segala kebutuhan hidup lainnya yang tercukupi dengan baik.

Nah, disinilah manusia banyak melakukan usaha-usaha untuk mendapatkannya, salah satunya dengan berbisnis saham. Ya, pasar modal. Kita bukan lagi sebagai pelaku bisnis tapi sebagai investor atau orang yang menanamkan modalnya.

Tidak harus banyak, seperti investor bisnis yang harus ratusan juta atau milyaran untuk memulai berinvestasi. Saat ini investasi saham bisa dilakukan hanya dengan hitungan ratusan ribu saja. Kok bisa?

Dengan teknologi, apa sih yang nggak bisa sekarang ini.




Okey, kita akan bahas lebih lanjut mengenai apa itu IPO. Singkatan dari Initial Public Offering atau penawaran umum perdana sebuah perusahaan pada masyarakat. Jadi dengan kata lain perusahaannya udah jadi terbuka nih.

Sebelumnya, kita kan ngerti ada usaha mulai dari UD (Usaha Daerah), CV, PT Hingga Tbk (terbuka). Nah yang terakhir inilah yang merupakan peralihan dengan proses IPO tadi. Saham yang tadinya dipegang oleh segelintir orang saja, kini berkat IPO semua orang bisa membelinya dan bisa menjadi pemasukkan ke dalam perusahaan.

Tempat jual belinya kita kenal dengan pasar modal atau pasar saham atau pasar bursa. Kita bisa jual beli modal dengan dana kecil hingga besar. Uang hasil pembelian ini digunakan oleh perusahaan untuk memperbesar bisnis, membayar hutang atau meningkatkan kinerjanya.

Jadi bisa dikatakan kamu jadi salah satu pemiliki perusahaan itu, meski prosentasenya kecil. Paham kan? Tapi biasanya gak 100% sahamnya dijual ke publik, biasanya ada yang masih di keep oleh pemilik atau pemegang saham awalnya.

Langkah melakukan Initial Public Offering/IPO
Terus, bagiamana melakukan IPO itu sendiri. Syaratnya gak gampang lah, sekelas perusahaan besar yang sudah bisa stabil dan memiliki hasil positif tentu jadi pertimbangan utama. Sedangkan yang memutuskan boleh atau tidaknya adalah BEI (Bursa Efek Indonesia).

Langkahnya berikut ini :
1. Perusahaan pemilik emiten atau saham ini harus melalui perusahaan sekuritas (underwriter) untuk menjual saham IPO itu. Seperti perantara gitu deh. Lalu mereka melakukan pertemuan dengan auditor independen, Appreiser atau penilai aset bisnis dan konsultan hukum.

2. Melakukan public expose dan roadshow. Apa gunanya? untuk mengenalkan perusahan dengan para calon ivestor tentang rencana pengembangan mereka di masa depan.

3. Book Buliding. Setelah calon investor tertarik biasanya mereka akan melakuakn penawaran dengan harga tertentu. Nah ini yang biasa digunakan untuk patokan menentukan harga saham IPO nantinya ya.

Kondisi ini akan mulai ada isu isu harga muncul dan dilakukanlah Oversubscribe yang artinya saham yang go public (istilah saham yang IPO) lebih banyak peminat sehingga saham yg ditawarkan justru lebih sedikit dari yang dipesan atau sebaliknya. Jadinya harga saham IPO naik drastis. Tapi jika saham yang dipesan lebih sedikit dari yang ditawarkan maka harga saham menjadi lebih rendah.

4. Lalu sesudah Uderwriter, penjamin emisi melakukan pencatatan penawaran pada para investor dan bersama emiten menentukan harga saham yang sesuai untuk IPO. Beda loh dengan harga saham untuk BEI.

Kondisi ini ada dua hal yang mungkin, pertama jika oversubscribe maka ada penjatahan bagi calon investor. Tapi jika sepi peminat maka saham tidak laku dan dibeli oleh underwriter (penjamin emisi) tadi.

5. Terakhir adalah book building. Ini adalah proses untuk menentukan harga saham paling sesuai setelah semua penawaran selesai dan dicatat kemudian dikumpulkan. Proses ini dilakukan oleh para investor modal besar.

Tentu saham-saham baru yang masih segar ini bakal jadi makanan empuk kita-kita yang senang bermain di bisnis ini. Harganya yang relatif murah dan portofolio masih terbatas bisa jadi salah satu faktor pengaruhnya.

Lalu gimana tips agar membeli saham IPO menguntungkan? simak ini ya

1. Beli saham IPO dengan banyak peminat
Kenapa harus yang ramai peminat? para analis yang banyak memburu saham IPO ini biasanya sudah mengamati sejak lama tentang perkembangan perusahaan ini. Jadi prospek cerah akan menanti Anda, tapi perlu diperhitungkan karena kita cuma bisa dapat jumlah saham relatif sedikit ya.

2. Gunakan pialang saham yang menerima saham IPO
Ingat tidak semua pialang saham bisa memberi fasilitas pemesanan saham IPO baru. Jadi pilihlah perusahaan sekuritas yang bisa melayanai sistem trading online dengan saham IPO.

3. Penawaran saham IPO lebih lama jadi harus pakai strategi
Penawaran saham baru bisa berlangusng 2 sampai 3 hari kerja tergantung perusahaan pialang anda. Perhitungannya pun beda setiap pialang, jadi pelajari dulu ya sebelum membeli.

WARNING …!! 
Banyak orang yang tidak mengeri hal ini. Bahkan beranggapan bahwa semua saham yang go public pasti akan naik dan perusahaan selalu berkembang. Padahal tidak, bisa jadi ketika saham masuk pasar bursa bisa jadi justru perusahaan menyusut. Harganya melemah dan nilai tukarnya jatuh habis habisan di lantai bursa.

Ini telah terbukti banyak terjadi tapi banyak pula yang dalam waktubeberapa hari bisa naik ke lantai bursa hingga berkali-kali lipat. Pada kasus ini dibutuhkan kecermatan, kecerdasan dan instuisi Anda untuk melihat apakah perusahaan itu siap untuk melantai bursa atau tidak.

Jika hasilnya bagus, bisa jadi ini adalah keberuntungan Anda. Menjadikan uang anda berkali-kali lipat lebih banyak karena membeli saham harga murah ketika pertama kali melantai bursa.
SELAMAT BERJUANG..!

Apa Itu IPO Saham? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: okedia

0 komentar:

Posting Komentar